Recent Posts

12 April 2017

SINOM

SINOM
.
Sinom ini minuman favorit anak2 kalau pas pulang ke Kraksaan. Tiap mudik selaluuu yang dicari sinomnya Nenek.. Apalagi minumnya sinom dingin yang baru keluar dari kulkas pas siang terik.. wihh dijamin susaaah disuruh berhentinya
.
Dan sebenernya saya udah lamaaa banget pengen berguru ke Nenek, apalah daya baru kesampean kemarin belajar yang bener2 belajar sama suhunya
.
Alhamdulillaah kata nenek dan suami udah lulus uji hehehe..
Udah di test ke tetangga2 Alhamdulillaah komennya pada bilang enak dan bikin nagih
.
Alhamdulillaah yaa kak.. sekarang kalo pingin sinom ga usah nunggu waktu mudik tiba.. sekarang in syaa Allaah bakalan sering ada di kulkas buat pelepas dahaga setelah lelah kalian menuntut ilmu, Alhamdulillaah...
.

10 April 2017

Kelahiran Khalifah

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Semoga bisa diambil ibroh dari cerita persalinan ke-4 saya :) 

Kehamilan ke-4 ini mungkin salah satu cara Allaah menunjukkan kasih sayangNya pada kami terutama untuk saya agar tidak terlalu lama berlarut-larut dalam episode 'ujian' yang baru saja kami lalui :)
Ya, saya seperti membuktikan sendiri kebenaran firman-firmanNya bahwa setelah kesulitan Allaah menjanjikan kemudahan. Lalu, bersabarlah dengan sabar yang baik. Ah, Allaah sungguh sangat sayaaaaang pada kami :)

Di penghujung Ramadhan 1438H saya baru mengetahui bahwa ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim ini. Rasanya bahagia bercampur khawatir, bisakah saya? Mencoba meyakinkan diri bahwa Allaah pasti tahu yang terbaik untuk hambaNya. Dan Alhamdulillaah saya melewati masa-masa kehamilan dengan mudah, tanpa morning sickness seperti 3 kehamilan sebelumnya, masih bisa jemput kakak2nya sekolah sampai usia kehamilan 9 bulanan, masih bisa wira-wiri depok-sawangan tiap weekend, pokoknya Alhamdulillaah... :)

Alhamdulillaahnya lagi Allaah  menuntun saya untuk mengenal AMANI (Assisting Mothers for Active Natural Instinctive) Birth melalui mba Dea, yang banyak mengajarkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara alami.

Saat mba Dea membuka kelas AMANI Depok, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Untuk apa sih? Bukankah 3 persalinan sebelumnya normal? Ya, 3 persalinan saya sebelumnya memang melalui persalinan normal tapi ketiganya menggunakan induksi :) yang kata kebanyakan orang sakitnya melebihi persalinan normal tanpa induksi. Bukan karena lebih ringan sakitnya yang saya cari, tapi saat itu saya seperti kehausan ilmu tentang persalinan alami. Banyak pikiran-pikiran lewat,
"Masa ga bisa sih lahiran tanpa induksi?"
"Masa ga bisa sih Kita nunggu aja sampai ada tanda-tanda kelahiran?"
"Orang tua kita jaman dulu saja ga pake induksi bisa melahirkan"
Dan mungkin kuatnya keinginan saya untuk merasakan persalinan alami sama kuatnya dengan ibu-ibu yang ingin VBAC (Vaginal Birth After Caesarian), ya ibu-ibu yang berjuang melahirkan secara normal setelah persalinan sebelumnya melalui proses operasi Caesar :)

Satu quote yang paling saya ingat di kelas AMANI adalah

"Allaah lah yang menciptakan bayi, pasti sudah Allaah tentukan pula jalan lahirnya"

Maa syaa Allaah.. begitu mengajarkan kepasrahan yang utuh hanya pada Allaah semata :)
Kadang tanpa disadari sering kita pasrah pada apa kata tenaga medis, lupa bahwa ada Allaah yang Maha Menentukan Segalanya :)

Demi kelahiran yang normal alami saya kontrol kehamilan di Bidan Maya yang jauh di Citayam. Beliau sangat pro normal alami, menenangkan dan selalu pesannya banyak berdoa pada Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Saat usia kehamilan semakin mendekati HPL saya dan suami makin sering membicarakan rencana persalinan seperti apa yang nanti akan kami jalani. Mulai dari posisi melahirkan sampai tempat melahirkan nanti. Suami sempat tercetus ingin homebirth saja agar tidak repot bawa 3 kakak-kakak. Tapi saya masih enggan karena di pikiran saya pasti nanti suami lebih repot lagi karena harus mengkondisikan 3 kakak-kakak ini sementara saya butuh didampingi saat bersalin. Akhirnya kami sepakat akan bersalin di klinik Bidan Maya.

Dan dari AMANI ini pula saya baru tahu bahwa posisi melahirkan itu ga cuma tidur telentang dengan kedua kaki di sanggurdi, posisi yang lazim jika kita bersalin di rumah sakit. Banyak posisi melahirkan sesuai gravitasi yang akan memudahkan Ibu dalam bersalin, diantaranya jongkok, duduk, posisi all four(seperti posisi merangkak), dan masih banyak posisi lain yang nyaman bagi Ibu. Dan saya juga baru tau kalau Allaah telah memberi petunjuk tentang posisi melahirkan ini dalam kisah bunda Maryam saat melahirkan Nabi Isa Alaihissalam

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)

Tergambar kan bagaimana posisi menggoyang pangkal pohon kurma? Maa syaa Allaah.. speechless saya saat itu, kemana saja selama ini? Semua hal sudah Allaah beri petunjuknya dalam Al Qur'an :)

Di usia kehamilan 38 minggu Alhamdulillaah ibu mertua sudah datang untuk mendampingi persalinan cucu ke-4nya :) Beliau ini yang paling rajin menyemangati saya untuk terus jalan kaki setiap pagi meski cuaca mendung yang sebenarnya membuat saya saat itu males gerak hehehe.. jangan ditiru ya.. :D

Harusnya saat mendekati HPL Ibu harus makin banyak bergerak untuk persiapan fisik saat persalinan nanti. Dan ini memang tantangan berat buat Ibu hamil tua :) Saat itu saya disarankan bidan untuk jalan kaki minimal 1 jam setiap harinya.

Mendekati HPL mulai terdengar suara-suara khas "kok belum lahir-lahir?" mulai dari teman, saudara, sampai tetangga yang sebenarnya sangat mengganggu pikiran Ibu hamil :D Dan ini sangat penting diperhatikan jangan sampai Ibu stress saat menanti kelahiran yang mungkin saja melewati HPL karena akan sangat berpengaruh pada bayi. HPL adalah Hari Perkiraan Lahir bukan Hari Pasti Lahir :D Jadi santai saja jika belum ada tanda-tanda kelahiran sementara sudah lewat HPL. Yakin saja Allaah sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk kelahiran adek bayi.

Tetapi yang namanya perempuan tetap saja ya "kata orang" itu selalu jadi pikiran. Saya pun demikian, sempat ngobrol sama adek "ayo dong dek cepetan lahirnya.." padahal kalau memang belum waktunya ya kita ga bisa maksa :)
Sebenarnya saat ngobrol sama adek itu saya juga merasa takut, karena ini akan jadi pengalaman persalinan alami pertama buat saya. Saat itu saya mulai meragukan kemampuan diri :( Tetapi Alhamdulillaah pikiran-pikiran negatif itu tidak berlangsung lama. Segera saja saya bawa berdo'a saat pikiran negatif mulai datang :)

Do'a terkait persalinan yang selalu saya ucapkan di tiap sholat di sujud terakhir adalah

Yaa Allaah, berilah persalinan yang mudah, normal, alami, spontan, tanpa intervensi obat-obatan. Lembutkanlah, indahkanlah prosesnya Yaa Allaah..

Do'a itu seperti sugesti positif buat saya untuk terus bersabar menanti tanda-tanda kelahiran dan selalu berkhusnudzon pada tiap rencana Allaah :)

Saat mendekati 40 minggu bidan Maya hanya menyarankan banyak bergerak, konsumsi nanas, durian, kiwi untuk induksi alaminya. Nanas dan kiwi sudah, tetapi ga berefek apa-apa buat saya :D akhirnya suami yang anti durian membelikan 2kg daging durian khusus buat saya. Rekor dalam hidup saya ngabisin 2kg daging durian dalam 3 hari :D Akhirnya Kamis, 16 February sudah mulai kontraksi rutin dari pagi-siang dengan interval 10 menitan. Tetapi menurut saya masih braxton hicks (kontraksi palsu) karena saya masih bisa ngapa-ngapain waktu itu. Suami sengaja pulang sore hari Kamis itu, khawatir istrinya ini sudah mau lahiran :)

Hari Jumat suami cuti kerja, rencananya ba'da sholat Jumat kami akan periksa. Seperti biasa pagi saya jalan-jalan, tetapi di dalam rumah saja karena pagi itu hujan. Sama saya banyakin berdiri-jongkok. Siangnya kontraksi rutin 7 menitan tapi saya masih bisa masak, masih belum yang sakit banget menurut saya. Lalu saat ke kamar mandi keluar lendir seperti ingus, Alhamdulillaah.. sudah ada tanda-tanda pikir saya. Segera saya WA Bidan Fivi (asisten Bidan Maya), kata Bidan Fivi nanti lendirnya akan semakin banyak dan disarankan tetap dipakai aktivitas saja selama masih bisa. Dan katanya lagi selama masih bisa aktivitas ga perlu ke klinik dulu. Tetapi suami tetap mengajak saya ke klinik terutama untuk meyakinkan Ibu, biar beliau tenang. Karena Ibu berencana untuk pulang karena sudah cukup lama menunggu dan sepertinya adek masih anteng aja :D Akhirnya kita berangkat sore ke klinik, dan sampe di sana Bidan Fivi tidak menyarankan untuk pemeriksaan vagina untuk cek pembukaan karena khawatir mengintervensi dan lagi melihat saya yang masih dalam kondisi segar bugar :D

Akhirnya kami pulang lagi dan tas berisi perlengkapan lahiran sengaja saya tinggal di klinik, biar nanti ga repot bawa-bawa tas saat mau lahiran. Sampai di rumah hampir maghrib, dan ba'da maghrib suami harus ke kantor karena ada acara maulid sekalian mau cari tiket kereta buat Ibu besok. Tinggal saya berdua Khalila di rumah.

Hampir jam 1 malam suami, Ibu, dan kakak-kakak baru sampe rumah. Sekitar jam 2 datang kontraksi yang mulai berasa sakitnya, tapi masih belum rutin. Waktu adzan subuh segera saja saya pakai untuk mandi sementara suami ke masjid, sempat nyuci daleman anak-anak juga hehehe.. :D Setelah mandi segera saya sholat subuh, feeling saya ga akan lama lagi akan lahiran.

Pulang dari masjid suami tidur lagi karena sangat lelah setelah mengurus acara maulid di kantor. Setelah sholat subuh saya pakai rebahan karena kontraksi mulai berasa sakitnya. Sempat kepikiran untuk makan, tapi urung saya lakukan karena berasa udah ga enak. Akhirnya saya ambil 7 butir kurma yang suami siapkan untuk tahnik. Jam 5.45 saya ke kamar mandi karena ingin buang air kecil dan Alhamdulillaah sudah ada flek. Lalu saya pakai rebahan lagi, dan saat rebahan itu kerasa deg, seperti ada sesuatu yang pecah. Benar saja, mulai ada rembesan air ketuban sedikit. Segera saja saya bangunkan suami.

Suami segera bangun dan keluar untuk pinjam mobil tetangga, sementara saya ditemani Ibu. Jam 6.50 datang lagi kontraksi yang cukup hebat. Alhamdulillaah tidak berapa lama akhirnya suami datang, jam 7.01 saya minta ke kamar mandi karena berasa mau buang air besar. Saat itu saya sudah tidak kuat jalan lagi, ke kamar mandi dituntun suami dan Ibu. Suami meminta Ibu mengawasi saya, sementara beliau mempersiapkan mobil. Saat hendak BAB itu posisi saya duduk di toilet, dan ini sungguh tidak nyaman buat saya saat itu, akhirnya saya turun dan dalam posisi merangkak (all four) saya merasa lebih nyaman.

Tak lama datang lagi kontraksi yang lebih hebat lagi, dan saat suami melihat saya seperti hendak mengejan, suami bilang "tahan..tahan.." saya yang sudah berasa tak kuat menahan hanya bisa berkata "masuk yah.. masuk.." Lalu suami masuk ke kamar mandi dan mengambil posisi di belakang saya, dan benar saja kepala adek bayi sudah terlihat. Dalam suasana panik seperti itu suami minta diambilkan kain atau apalah untuk alas pada Ibu, segera setelah itu suami mengkomando saya "ayo bunda.." dan Allaahu Akbar begitu cepat prosesnya, jam 07.15 anak lelaki kami lahir diterima sendiri oleh Ayahnya.

Maa syaa Allaah..
Allaahu Akbar.. Alhamdulillaah..
Yaa Allaah.. lagi-lagi kami membuktikan kuasaMu..

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (An-Nahl: 78)

Segera saja saya peluk adek dengan tali pusar masih tersambung ke plasenta yang masih ada dalam rahim saya. Suami segera menghubungi Bidan Maya menanyakan bagaimana ini selanjutnya, lalu meminta Ibu minta tolong ke tetangga untuk mencarikan Bidan. Sementara kakak-kakak sudah mulai berebutan ingin melihat adik bayinya yang baru lahir.. :)

Setelah itu suami menuntun saya pindah ke kamar. Tak lama kemudian datang Bidan Sasa yang ternyata tinggal sekomplek dengan kami. Tak lama plasenta lahir dan Alhamdulillaah bisa IMD sepuasnya dan DCC (Delayed Cord Clamping). Tali pusar baru dipotong sekitar jam 10.30 saat sudah benar-benar berhenti berdenyut.

Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Maha Besar Allaah.. dengan segala kuasaMu, anak lelaki kami lahir..

Allaah mengabulkan semua harapan dan cita-cita kami akan persalinan yang indah :)

Sungguh ini adalah persalinan yang mengajarkan kami banyak hal, di luar birth plan yang kami buat, tetapi pasti ini yang terbaik menurut Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Terima kasih tak terhingga untuk para tetangga yang sudah seperti saudara sendiri. Yang sudah kami repoti pagi-pagi,
Terima kasih pada Mba Dea yang sudah mengenalkan kami pada AMANI,
Terima kasih pada Bidan Maya dan team (Bidan Fivi & Bidan Lia) yang telah membimbing kami,
Terima kasih pada Bidan Sasa yang telah membantu setelah kelahiran adek..
Terima kasih pada teman-teman semua yang banyak memberikan support dan do'a pada kami..
Semoga Allaah membalas dengan berlipat kebaikan aamiin allaahumma aamiin..

Wahai Ibu berdayakan diri dengan ilmu, cukupilah nutrisi untuk buah hati yang bergantung sepenuhnya padamu, teruslah bergerak, dan jangan lupa ketuklah Arsy dengan do'a-do'a panjangmu. In syaa Allaah persalinan indah menantimu.. :)

12 April 2017

SINOM

0 comments

SINOM
.
Sinom ini minuman favorit anak2 kalau pas pulang ke Kraksaan. Tiap mudik selaluuu yang dicari sinomnya Nenek.. Apalagi minumnya sinom dingin yang baru keluar dari kulkas pas siang terik.. wihh dijamin susaaah disuruh berhentinya
.
Dan sebenernya saya udah lamaaa banget pengen berguru ke Nenek, apalah daya baru kesampean kemarin belajar yang bener2 belajar sama suhunya
.
Alhamdulillaah kata nenek dan suami udah lulus uji hehehe..
Udah di test ke tetangga2 Alhamdulillaah komennya pada bilang enak dan bikin nagih
.
Alhamdulillaah yaa kak.. sekarang kalo pingin sinom ga usah nunggu waktu mudik tiba.. sekarang in syaa Allaah bakalan sering ada di kulkas buat pelepas dahaga setelah lelah kalian menuntut ilmu, Alhamdulillaah...
.

10 April 2017

Kelahiran Khalifah

0 comments

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Semoga bisa diambil ibroh dari cerita persalinan ke-4 saya :) 

Kehamilan ke-4 ini mungkin salah satu cara Allaah menunjukkan kasih sayangNya pada kami terutama untuk saya agar tidak terlalu lama berlarut-larut dalam episode 'ujian' yang baru saja kami lalui :)
Ya, saya seperti membuktikan sendiri kebenaran firman-firmanNya bahwa setelah kesulitan Allaah menjanjikan kemudahan. Lalu, bersabarlah dengan sabar yang baik. Ah, Allaah sungguh sangat sayaaaaang pada kami :)

Di penghujung Ramadhan 1438H saya baru mengetahui bahwa ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim ini. Rasanya bahagia bercampur khawatir, bisakah saya? Mencoba meyakinkan diri bahwa Allaah pasti tahu yang terbaik untuk hambaNya. Dan Alhamdulillaah saya melewati masa-masa kehamilan dengan mudah, tanpa morning sickness seperti 3 kehamilan sebelumnya, masih bisa jemput kakak2nya sekolah sampai usia kehamilan 9 bulanan, masih bisa wira-wiri depok-sawangan tiap weekend, pokoknya Alhamdulillaah... :)

Alhamdulillaahnya lagi Allaah  menuntun saya untuk mengenal AMANI (Assisting Mothers for Active Natural Instinctive) Birth melalui mba Dea, yang banyak mengajarkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara alami.

Saat mba Dea membuka kelas AMANI Depok, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Untuk apa sih? Bukankah 3 persalinan sebelumnya normal? Ya, 3 persalinan saya sebelumnya memang melalui persalinan normal tapi ketiganya menggunakan induksi :) yang kata kebanyakan orang sakitnya melebihi persalinan normal tanpa induksi. Bukan karena lebih ringan sakitnya yang saya cari, tapi saat itu saya seperti kehausan ilmu tentang persalinan alami. Banyak pikiran-pikiran lewat,
"Masa ga bisa sih lahiran tanpa induksi?"
"Masa ga bisa sih Kita nunggu aja sampai ada tanda-tanda kelahiran?"
"Orang tua kita jaman dulu saja ga pake induksi bisa melahirkan"
Dan mungkin kuatnya keinginan saya untuk merasakan persalinan alami sama kuatnya dengan ibu-ibu yang ingin VBAC (Vaginal Birth After Caesarian), ya ibu-ibu yang berjuang melahirkan secara normal setelah persalinan sebelumnya melalui proses operasi Caesar :)

Satu quote yang paling saya ingat di kelas AMANI adalah

"Allaah lah yang menciptakan bayi, pasti sudah Allaah tentukan pula jalan lahirnya"

Maa syaa Allaah.. begitu mengajarkan kepasrahan yang utuh hanya pada Allaah semata :)
Kadang tanpa disadari sering kita pasrah pada apa kata tenaga medis, lupa bahwa ada Allaah yang Maha Menentukan Segalanya :)

Demi kelahiran yang normal alami saya kontrol kehamilan di Bidan Maya yang jauh di Citayam. Beliau sangat pro normal alami, menenangkan dan selalu pesannya banyak berdoa pada Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Saat usia kehamilan semakin mendekati HPL saya dan suami makin sering membicarakan rencana persalinan seperti apa yang nanti akan kami jalani. Mulai dari posisi melahirkan sampai tempat melahirkan nanti. Suami sempat tercetus ingin homebirth saja agar tidak repot bawa 3 kakak-kakak. Tapi saya masih enggan karena di pikiran saya pasti nanti suami lebih repot lagi karena harus mengkondisikan 3 kakak-kakak ini sementara saya butuh didampingi saat bersalin. Akhirnya kami sepakat akan bersalin di klinik Bidan Maya.

Dan dari AMANI ini pula saya baru tahu bahwa posisi melahirkan itu ga cuma tidur telentang dengan kedua kaki di sanggurdi, posisi yang lazim jika kita bersalin di rumah sakit. Banyak posisi melahirkan sesuai gravitasi yang akan memudahkan Ibu dalam bersalin, diantaranya jongkok, duduk, posisi all four(seperti posisi merangkak), dan masih banyak posisi lain yang nyaman bagi Ibu. Dan saya juga baru tau kalau Allaah telah memberi petunjuk tentang posisi melahirkan ini dalam kisah bunda Maryam saat melahirkan Nabi Isa Alaihissalam

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)

Tergambar kan bagaimana posisi menggoyang pangkal pohon kurma? Maa syaa Allaah.. speechless saya saat itu, kemana saja selama ini? Semua hal sudah Allaah beri petunjuknya dalam Al Qur'an :)

Di usia kehamilan 38 minggu Alhamdulillaah ibu mertua sudah datang untuk mendampingi persalinan cucu ke-4nya :) Beliau ini yang paling rajin menyemangati saya untuk terus jalan kaki setiap pagi meski cuaca mendung yang sebenarnya membuat saya saat itu males gerak hehehe.. jangan ditiru ya.. :D

Harusnya saat mendekati HPL Ibu harus makin banyak bergerak untuk persiapan fisik saat persalinan nanti. Dan ini memang tantangan berat buat Ibu hamil tua :) Saat itu saya disarankan bidan untuk jalan kaki minimal 1 jam setiap harinya.

Mendekati HPL mulai terdengar suara-suara khas "kok belum lahir-lahir?" mulai dari teman, saudara, sampai tetangga yang sebenarnya sangat mengganggu pikiran Ibu hamil :D Dan ini sangat penting diperhatikan jangan sampai Ibu stress saat menanti kelahiran yang mungkin saja melewati HPL karena akan sangat berpengaruh pada bayi. HPL adalah Hari Perkiraan Lahir bukan Hari Pasti Lahir :D Jadi santai saja jika belum ada tanda-tanda kelahiran sementara sudah lewat HPL. Yakin saja Allaah sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk kelahiran adek bayi.

Tetapi yang namanya perempuan tetap saja ya "kata orang" itu selalu jadi pikiran. Saya pun demikian, sempat ngobrol sama adek "ayo dong dek cepetan lahirnya.." padahal kalau memang belum waktunya ya kita ga bisa maksa :)
Sebenarnya saat ngobrol sama adek itu saya juga merasa takut, karena ini akan jadi pengalaman persalinan alami pertama buat saya. Saat itu saya mulai meragukan kemampuan diri :( Tetapi Alhamdulillaah pikiran-pikiran negatif itu tidak berlangsung lama. Segera saja saya bawa berdo'a saat pikiran negatif mulai datang :)

Do'a terkait persalinan yang selalu saya ucapkan di tiap sholat di sujud terakhir adalah

Yaa Allaah, berilah persalinan yang mudah, normal, alami, spontan, tanpa intervensi obat-obatan. Lembutkanlah, indahkanlah prosesnya Yaa Allaah..

Do'a itu seperti sugesti positif buat saya untuk terus bersabar menanti tanda-tanda kelahiran dan selalu berkhusnudzon pada tiap rencana Allaah :)

Saat mendekati 40 minggu bidan Maya hanya menyarankan banyak bergerak, konsumsi nanas, durian, kiwi untuk induksi alaminya. Nanas dan kiwi sudah, tetapi ga berefek apa-apa buat saya :D akhirnya suami yang anti durian membelikan 2kg daging durian khusus buat saya. Rekor dalam hidup saya ngabisin 2kg daging durian dalam 3 hari :D Akhirnya Kamis, 16 February sudah mulai kontraksi rutin dari pagi-siang dengan interval 10 menitan. Tetapi menurut saya masih braxton hicks (kontraksi palsu) karena saya masih bisa ngapa-ngapain waktu itu. Suami sengaja pulang sore hari Kamis itu, khawatir istrinya ini sudah mau lahiran :)

Hari Jumat suami cuti kerja, rencananya ba'da sholat Jumat kami akan periksa. Seperti biasa pagi saya jalan-jalan, tetapi di dalam rumah saja karena pagi itu hujan. Sama saya banyakin berdiri-jongkok. Siangnya kontraksi rutin 7 menitan tapi saya masih bisa masak, masih belum yang sakit banget menurut saya. Lalu saat ke kamar mandi keluar lendir seperti ingus, Alhamdulillaah.. sudah ada tanda-tanda pikir saya. Segera saya WA Bidan Fivi (asisten Bidan Maya), kata Bidan Fivi nanti lendirnya akan semakin banyak dan disarankan tetap dipakai aktivitas saja selama masih bisa. Dan katanya lagi selama masih bisa aktivitas ga perlu ke klinik dulu. Tetapi suami tetap mengajak saya ke klinik terutama untuk meyakinkan Ibu, biar beliau tenang. Karena Ibu berencana untuk pulang karena sudah cukup lama menunggu dan sepertinya adek masih anteng aja :D Akhirnya kita berangkat sore ke klinik, dan sampe di sana Bidan Fivi tidak menyarankan untuk pemeriksaan vagina untuk cek pembukaan karena khawatir mengintervensi dan lagi melihat saya yang masih dalam kondisi segar bugar :D

Akhirnya kami pulang lagi dan tas berisi perlengkapan lahiran sengaja saya tinggal di klinik, biar nanti ga repot bawa-bawa tas saat mau lahiran. Sampai di rumah hampir maghrib, dan ba'da maghrib suami harus ke kantor karena ada acara maulid sekalian mau cari tiket kereta buat Ibu besok. Tinggal saya berdua Khalila di rumah.

Hampir jam 1 malam suami, Ibu, dan kakak-kakak baru sampe rumah. Sekitar jam 2 datang kontraksi yang mulai berasa sakitnya, tapi masih belum rutin. Waktu adzan subuh segera saja saya pakai untuk mandi sementara suami ke masjid, sempat nyuci daleman anak-anak juga hehehe.. :D Setelah mandi segera saya sholat subuh, feeling saya ga akan lama lagi akan lahiran.

Pulang dari masjid suami tidur lagi karena sangat lelah setelah mengurus acara maulid di kantor. Setelah sholat subuh saya pakai rebahan karena kontraksi mulai berasa sakitnya. Sempat kepikiran untuk makan, tapi urung saya lakukan karena berasa udah ga enak. Akhirnya saya ambil 7 butir kurma yang suami siapkan untuk tahnik. Jam 5.45 saya ke kamar mandi karena ingin buang air kecil dan Alhamdulillaah sudah ada flek. Lalu saya pakai rebahan lagi, dan saat rebahan itu kerasa deg, seperti ada sesuatu yang pecah. Benar saja, mulai ada rembesan air ketuban sedikit. Segera saja saya bangunkan suami.

Suami segera bangun dan keluar untuk pinjam mobil tetangga, sementara saya ditemani Ibu. Jam 6.50 datang lagi kontraksi yang cukup hebat. Alhamdulillaah tidak berapa lama akhirnya suami datang, jam 7.01 saya minta ke kamar mandi karena berasa mau buang air besar. Saat itu saya sudah tidak kuat jalan lagi, ke kamar mandi dituntun suami dan Ibu. Suami meminta Ibu mengawasi saya, sementara beliau mempersiapkan mobil. Saat hendak BAB itu posisi saya duduk di toilet, dan ini sungguh tidak nyaman buat saya saat itu, akhirnya saya turun dan dalam posisi merangkak (all four) saya merasa lebih nyaman.

Tak lama datang lagi kontraksi yang lebih hebat lagi, dan saat suami melihat saya seperti hendak mengejan, suami bilang "tahan..tahan.." saya yang sudah berasa tak kuat menahan hanya bisa berkata "masuk yah.. masuk.." Lalu suami masuk ke kamar mandi dan mengambil posisi di belakang saya, dan benar saja kepala adek bayi sudah terlihat. Dalam suasana panik seperti itu suami minta diambilkan kain atau apalah untuk alas pada Ibu, segera setelah itu suami mengkomando saya "ayo bunda.." dan Allaahu Akbar begitu cepat prosesnya, jam 07.15 anak lelaki kami lahir diterima sendiri oleh Ayahnya.

Maa syaa Allaah..
Allaahu Akbar.. Alhamdulillaah..
Yaa Allaah.. lagi-lagi kami membuktikan kuasaMu..

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (An-Nahl: 78)

Segera saja saya peluk adek dengan tali pusar masih tersambung ke plasenta yang masih ada dalam rahim saya. Suami segera menghubungi Bidan Maya menanyakan bagaimana ini selanjutnya, lalu meminta Ibu minta tolong ke tetangga untuk mencarikan Bidan. Sementara kakak-kakak sudah mulai berebutan ingin melihat adik bayinya yang baru lahir.. :)

Setelah itu suami menuntun saya pindah ke kamar. Tak lama kemudian datang Bidan Sasa yang ternyata tinggal sekomplek dengan kami. Tak lama plasenta lahir dan Alhamdulillaah bisa IMD sepuasnya dan DCC (Delayed Cord Clamping). Tali pusar baru dipotong sekitar jam 10.30 saat sudah benar-benar berhenti berdenyut.

Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Maha Besar Allaah.. dengan segala kuasaMu, anak lelaki kami lahir..

Allaah mengabulkan semua harapan dan cita-cita kami akan persalinan yang indah :)

Sungguh ini adalah persalinan yang mengajarkan kami banyak hal, di luar birth plan yang kami buat, tetapi pasti ini yang terbaik menurut Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Terima kasih tak terhingga untuk para tetangga yang sudah seperti saudara sendiri. Yang sudah kami repoti pagi-pagi,
Terima kasih pada Mba Dea yang sudah mengenalkan kami pada AMANI,
Terima kasih pada Bidan Maya dan team (Bidan Fivi & Bidan Lia) yang telah membimbing kami,
Terima kasih pada Bidan Sasa yang telah membantu setelah kelahiran adek..
Terima kasih pada teman-teman semua yang banyak memberikan support dan do'a pada kami..
Semoga Allaah membalas dengan berlipat kebaikan aamiin allaahumma aamiin..

Wahai Ibu berdayakan diri dengan ilmu, cukupilah nutrisi untuk buah hati yang bergantung sepenuhnya padamu, teruslah bergerak, dan jangan lupa ketuklah Arsy dengan do'a-do'a panjangmu. In syaa Allaah persalinan indah menantimu.. :)