Recent Posts

30 April 2017

Lettering untuk CEO CUP 2017

Lama ga #lettering hasilnyaaaa.. miring sana miring sini
Maafkan yaa yah..
.
Yuk ah banyak latihan lagi..
.
#handlettering
#belajarhandlettering
#metime

Membuat Paper Flower bersama Khadira

wiken kemarin bikin #paperflower sama K2 yang memang hobbynya bikin2.. K3 ikut ngriwuki juga mintanya semua kertas diguntingi .
sementara K1 ikut Ayahnya ngantor.. K4 Alhamdulillaah masih banyak boboknya jadi belum ikut2 ngriwuki kakak n bundanya bikin2
.
Alhamdulillaah anak2 seneng karena bikinnya gampang.. bahannya juga murmer cuma butuh kertas hvs warna warni, lem, sama gunting aja..
.
Alhamdulillaah hasilnya bisa dijadiin hiasan dinding yang kosong..
.
wiken ini mau bikin lagi yang banyaakkk karena kemarin seharian cuma jadi 3 hihihi
.
.
Happy #crafting.. selamat berlibur bersama keluarga..
.
.
.
.
.
.
.
#bikinbikin
#Khadira
#metime

12 April 2017

SINOM

SINOM
.
Sinom ini minuman favorit anak2 kalau pas pulang ke Kraksaan. Tiap mudik selaluuu yang dicari sinomnya Nenek.. Apalagi minumnya sinom dingin yang baru keluar dari kulkas pas siang terik.. wihh dijamin susaaah disuruh berhentinya
.
Dan sebenernya saya udah lamaaa banget pengen berguru ke Nenek, apalah daya baru kesampean kemarin belajar yang bener2 belajar sama suhunya
.
Alhamdulillaah kata nenek dan suami udah lulus uji hehehe..
Udah di test ke tetangga2 Alhamdulillaah komennya pada bilang enak dan bikin nagih
.
Alhamdulillaah yaa kak.. sekarang kalo pingin sinom ga usah nunggu waktu mudik tiba.. sekarang in syaa Allaah bakalan sering ada di kulkas buat pelepas dahaga setelah lelah kalian menuntut ilmu, Alhamdulillaah...
.

10 April 2017

Kelahiran Khalifah

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Semoga bisa diambil ibroh dari cerita persalinan ke-4 saya :) 

Kehamilan ke-4 ini mungkin salah satu cara Allaah menunjukkan kasih sayangNya pada kami terutama untuk saya agar tidak terlalu lama berlarut-larut dalam episode 'ujian' yang baru saja kami lalui :)
Ya, saya seperti membuktikan sendiri kebenaran firman-firmanNya bahwa setelah kesulitan Allaah menjanjikan kemudahan. Lalu, bersabarlah dengan sabar yang baik. Ah, Allaah sungguh sangat sayaaaaang pada kami :)

Di penghujung Ramadhan 1438H saya baru mengetahui bahwa ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim ini. Rasanya bahagia bercampur khawatir, bisakah saya? Mencoba meyakinkan diri bahwa Allaah pasti tahu yang terbaik untuk hambaNya. Dan Alhamdulillaah saya melewati masa-masa kehamilan dengan mudah, tanpa morning sickness seperti 3 kehamilan sebelumnya, masih bisa jemput kakak2nya sekolah sampai usia kehamilan 9 bulanan, masih bisa wira-wiri depok-sawangan tiap weekend, pokoknya Alhamdulillaah... :)

Alhamdulillaahnya lagi Allaah  menuntun saya untuk mengenal AMANI (Assisting Mothers for Active Natural Instinctive) Birth melalui mba Dea, yang banyak mengajarkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara alami.

Saat mba Dea membuka kelas AMANI Depok, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Untuk apa sih? Bukankah 3 persalinan sebelumnya normal? Ya, 3 persalinan saya sebelumnya memang melalui persalinan normal tapi ketiganya menggunakan induksi :) yang kata kebanyakan orang sakitnya melebihi persalinan normal tanpa induksi. Bukan karena lebih ringan sakitnya yang saya cari, tapi saat itu saya seperti kehausan ilmu tentang persalinan alami. Banyak pikiran-pikiran lewat,
"Masa ga bisa sih lahiran tanpa induksi?"
"Masa ga bisa sih Kita nunggu aja sampai ada tanda-tanda kelahiran?"
"Orang tua kita jaman dulu saja ga pake induksi bisa melahirkan"
Dan mungkin kuatnya keinginan saya untuk merasakan persalinan alami sama kuatnya dengan ibu-ibu yang ingin VBAC (Vaginal Birth After Caesarian), ya ibu-ibu yang berjuang melahirkan secara normal setelah persalinan sebelumnya melalui proses operasi Caesar :)

Satu quote yang paling saya ingat di kelas AMANI adalah

"Allaah lah yang menciptakan bayi, pasti sudah Allaah tentukan pula jalan lahirnya"

Maa syaa Allaah.. begitu mengajarkan kepasrahan yang utuh hanya pada Allaah semata :)
Kadang tanpa disadari sering kita pasrah pada apa kata tenaga medis, lupa bahwa ada Allaah yang Maha Menentukan Segalanya :)

Demi kelahiran yang normal alami saya kontrol kehamilan di Bidan Maya yang jauh di Citayam. Beliau sangat pro normal alami, menenangkan dan selalu pesannya banyak berdoa pada Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Saat usia kehamilan semakin mendekati HPL saya dan suami makin sering membicarakan rencana persalinan seperti apa yang nanti akan kami jalani. Mulai dari posisi melahirkan sampai tempat melahirkan nanti. Suami sempat tercetus ingin homebirth saja agar tidak repot bawa 3 kakak-kakak. Tapi saya masih enggan karena di pikiran saya pasti nanti suami lebih repot lagi karena harus mengkondisikan 3 kakak-kakak ini sementara saya butuh didampingi saat bersalin. Akhirnya kami sepakat akan bersalin di klinik Bidan Maya.

Dan dari AMANI ini pula saya baru tahu bahwa posisi melahirkan itu ga cuma tidur telentang dengan kedua kaki di sanggurdi, posisi yang lazim jika kita bersalin di rumah sakit. Banyak posisi melahirkan sesuai gravitasi yang akan memudahkan Ibu dalam bersalin, diantaranya jongkok, duduk, posisi all four(seperti posisi merangkak), dan masih banyak posisi lain yang nyaman bagi Ibu. Dan saya juga baru tau kalau Allaah telah memberi petunjuk tentang posisi melahirkan ini dalam kisah bunda Maryam saat melahirkan Nabi Isa Alaihissalam

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)

Tergambar kan bagaimana posisi menggoyang pangkal pohon kurma? Maa syaa Allaah.. speechless saya saat itu, kemana saja selama ini? Semua hal sudah Allaah beri petunjuknya dalam Al Qur'an :)

Di usia kehamilan 38 minggu Alhamdulillaah ibu mertua sudah datang untuk mendampingi persalinan cucu ke-4nya :) Beliau ini yang paling rajin menyemangati saya untuk terus jalan kaki setiap pagi meski cuaca mendung yang sebenarnya membuat saya saat itu males gerak hehehe.. jangan ditiru ya.. :D

Harusnya saat mendekati HPL Ibu harus makin banyak bergerak untuk persiapan fisik saat persalinan nanti. Dan ini memang tantangan berat buat Ibu hamil tua :) Saat itu saya disarankan bidan untuk jalan kaki minimal 1 jam setiap harinya.

Mendekati HPL mulai terdengar suara-suara khas "kok belum lahir-lahir?" mulai dari teman, saudara, sampai tetangga yang sebenarnya sangat mengganggu pikiran Ibu hamil :D Dan ini sangat penting diperhatikan jangan sampai Ibu stress saat menanti kelahiran yang mungkin saja melewati HPL karena akan sangat berpengaruh pada bayi. HPL adalah Hari Perkiraan Lahir bukan Hari Pasti Lahir :D Jadi santai saja jika belum ada tanda-tanda kelahiran sementara sudah lewat HPL. Yakin saja Allaah sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk kelahiran adek bayi.

Tetapi yang namanya perempuan tetap saja ya "kata orang" itu selalu jadi pikiran. Saya pun demikian, sempat ngobrol sama adek "ayo dong dek cepetan lahirnya.." padahal kalau memang belum waktunya ya kita ga bisa maksa :)
Sebenarnya saat ngobrol sama adek itu saya juga merasa takut, karena ini akan jadi pengalaman persalinan alami pertama buat saya. Saat itu saya mulai meragukan kemampuan diri :( Tetapi Alhamdulillaah pikiran-pikiran negatif itu tidak berlangsung lama. Segera saja saya bawa berdo'a saat pikiran negatif mulai datang :)

Do'a terkait persalinan yang selalu saya ucapkan di tiap sholat di sujud terakhir adalah

Yaa Allaah, berilah persalinan yang mudah, normal, alami, spontan, tanpa intervensi obat-obatan. Lembutkanlah, indahkanlah prosesnya Yaa Allaah..

Do'a itu seperti sugesti positif buat saya untuk terus bersabar menanti tanda-tanda kelahiran dan selalu berkhusnudzon pada tiap rencana Allaah :)

Saat mendekati 40 minggu bidan Maya hanya menyarankan banyak bergerak, konsumsi nanas, durian, kiwi untuk induksi alaminya. Nanas dan kiwi sudah, tetapi ga berefek apa-apa buat saya :D akhirnya suami yang anti durian membelikan 2kg daging durian khusus buat saya. Rekor dalam hidup saya ngabisin 2kg daging durian dalam 3 hari :D Akhirnya Kamis, 16 February sudah mulai kontraksi rutin dari pagi-siang dengan interval 10 menitan. Tetapi menurut saya masih braxton hicks (kontraksi palsu) karena saya masih bisa ngapa-ngapain waktu itu. Suami sengaja pulang sore hari Kamis itu, khawatir istrinya ini sudah mau lahiran :)

Hari Jumat suami cuti kerja, rencananya ba'da sholat Jumat kami akan periksa. Seperti biasa pagi saya jalan-jalan, tetapi di dalam rumah saja karena pagi itu hujan. Sama saya banyakin berdiri-jongkok. Siangnya kontraksi rutin 7 menitan tapi saya masih bisa masak, masih belum yang sakit banget menurut saya. Lalu saat ke kamar mandi keluar lendir seperti ingus, Alhamdulillaah.. sudah ada tanda-tanda pikir saya. Segera saya WA Bidan Fivi (asisten Bidan Maya), kata Bidan Fivi nanti lendirnya akan semakin banyak dan disarankan tetap dipakai aktivitas saja selama masih bisa. Dan katanya lagi selama masih bisa aktivitas ga perlu ke klinik dulu. Tetapi suami tetap mengajak saya ke klinik terutama untuk meyakinkan Ibu, biar beliau tenang. Karena Ibu berencana untuk pulang karena sudah cukup lama menunggu dan sepertinya adek masih anteng aja :D Akhirnya kita berangkat sore ke klinik, dan sampe di sana Bidan Fivi tidak menyarankan untuk pemeriksaan vagina untuk cek pembukaan karena khawatir mengintervensi dan lagi melihat saya yang masih dalam kondisi segar bugar :D

Akhirnya kami pulang lagi dan tas berisi perlengkapan lahiran sengaja saya tinggal di klinik, biar nanti ga repot bawa-bawa tas saat mau lahiran. Sampai di rumah hampir maghrib, dan ba'da maghrib suami harus ke kantor karena ada acara maulid sekalian mau cari tiket kereta buat Ibu besok. Tinggal saya berdua Khalila di rumah.

Hampir jam 1 malam suami, Ibu, dan kakak-kakak baru sampe rumah. Sekitar jam 2 datang kontraksi yang mulai berasa sakitnya, tapi masih belum rutin. Waktu adzan subuh segera saja saya pakai untuk mandi sementara suami ke masjid, sempat nyuci daleman anak-anak juga hehehe.. :D Setelah mandi segera saya sholat subuh, feeling saya ga akan lama lagi akan lahiran.

Pulang dari masjid suami tidur lagi karena sangat lelah setelah mengurus acara maulid di kantor. Setelah sholat subuh saya pakai rebahan karena kontraksi mulai berasa sakitnya. Sempat kepikiran untuk makan, tapi urung saya lakukan karena berasa udah ga enak. Akhirnya saya ambil 7 butir kurma yang suami siapkan untuk tahnik. Jam 5.45 saya ke kamar mandi karena ingin buang air kecil dan Alhamdulillaah sudah ada flek. Lalu saya pakai rebahan lagi, dan saat rebahan itu kerasa deg, seperti ada sesuatu yang pecah. Benar saja, mulai ada rembesan air ketuban sedikit. Segera saja saya bangunkan suami.

Suami segera bangun dan keluar untuk pinjam mobil tetangga, sementara saya ditemani Ibu. Jam 6.50 datang lagi kontraksi yang cukup hebat. Alhamdulillaah tidak berapa lama akhirnya suami datang, jam 7.01 saya minta ke kamar mandi karena berasa mau buang air besar. Saat itu saya sudah tidak kuat jalan lagi, ke kamar mandi dituntun suami dan Ibu. Suami meminta Ibu mengawasi saya, sementara beliau mempersiapkan mobil. Saat hendak BAB itu posisi saya duduk di toilet, dan ini sungguh tidak nyaman buat saya saat itu, akhirnya saya turun dan dalam posisi merangkak (all four) saya merasa lebih nyaman.

Tak lama datang lagi kontraksi yang lebih hebat lagi, dan saat suami melihat saya seperti hendak mengejan, suami bilang "tahan..tahan.." saya yang sudah berasa tak kuat menahan hanya bisa berkata "masuk yah.. masuk.." Lalu suami masuk ke kamar mandi dan mengambil posisi di belakang saya, dan benar saja kepala adek bayi sudah terlihat. Dalam suasana panik seperti itu suami minta diambilkan kain atau apalah untuk alas pada Ibu, segera setelah itu suami mengkomando saya "ayo bunda.." dan Allaahu Akbar begitu cepat prosesnya, jam 07.15 anak lelaki kami lahir diterima sendiri oleh Ayahnya.

Maa syaa Allaah..
Allaahu Akbar.. Alhamdulillaah..
Yaa Allaah.. lagi-lagi kami membuktikan kuasaMu..

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (An-Nahl: 78)

Segera saja saya peluk adek dengan tali pusar masih tersambung ke plasenta yang masih ada dalam rahim saya. Suami segera menghubungi Bidan Maya menanyakan bagaimana ini selanjutnya, lalu meminta Ibu minta tolong ke tetangga untuk mencarikan Bidan. Sementara kakak-kakak sudah mulai berebutan ingin melihat adik bayinya yang baru lahir.. :)

Setelah itu suami menuntun saya pindah ke kamar. Tak lama kemudian datang Bidan Sasa yang ternyata tinggal sekomplek dengan kami. Tak lama plasenta lahir dan Alhamdulillaah bisa IMD sepuasnya dan DCC (Delayed Cord Clamping). Tali pusar baru dipotong sekitar jam 10.30 saat sudah benar-benar berhenti berdenyut.

Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Maha Besar Allaah.. dengan segala kuasaMu, anak lelaki kami lahir..

Allaah mengabulkan semua harapan dan cita-cita kami akan persalinan yang indah :)

Sungguh ini adalah persalinan yang mengajarkan kami banyak hal, di luar birth plan yang kami buat, tetapi pasti ini yang terbaik menurut Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Terima kasih tak terhingga untuk para tetangga yang sudah seperti saudara sendiri. Yang sudah kami repoti pagi-pagi,
Terima kasih pada Mba Dea yang sudah mengenalkan kami pada AMANI,
Terima kasih pada Bidan Maya dan team (Bidan Fivi & Bidan Lia) yang telah membimbing kami,
Terima kasih pada Bidan Sasa yang telah membantu setelah kelahiran adek..
Terima kasih pada teman-teman semua yang banyak memberikan support dan do'a pada kami..
Semoga Allaah membalas dengan berlipat kebaikan aamiin allaahumma aamiin..

Wahai Ibu berdayakan diri dengan ilmu, cukupilah nutrisi untuk buah hati yang bergantung sepenuhnya padamu, teruslah bergerak, dan jangan lupa ketuklah Arsy dengan do'a-do'a panjangmu. In syaa Allaah persalinan indah menantimu.. :)

20 February 2016

Akademi Keluarga

Bismillaah.. niat mulai rutin menulis :) Niat berbagi ilmu yang masih sedikit ini. Dengan harapan semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan :)

23 December 2015

Menikmati Hafalan dalam Jamuan Murojaah dan Qiyamullail

Dalam proses menghafal Qur’an, yang paling prinsip adalah lurusnya niat dan kekuatan ruhiah yang menopangnya. Namun secara ikhtiari kita juga harus menyiapkan perencanaan yang jelas untuk menggapai cita-cita menjadi seorang “Penjaga Qur’an”.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr : 18)

Salah satu proses untuk memiliki hafalan Al Qur’an yang mutqin adalah  

memiliki program tilawah, ziyadah dan murojaah yang teratur 


Hal  ini patut difahami, agar tidak hanya berhenti sebatas menyelesaikan setoran 30 juz. Tilawah berfungsi untuk mengakrabkan dan melakukan percepatan pertemuan dengan ayat yang sedang dihafal. Sedangkan murojaah yang teratur dan terstruktur berfungsi agar hafalan tidak cepat hilang dan agar kita makin merasakan kenikmatan memiliki hafalan – seberapapun banyaknya hafalan kita – serta menghindari kejenuhan, rasa letih dan futur dalam menghafal Al Qur’an.

Di antara proses murojaah yang paling efektif adalah menggunakan hafalan yang kita miliki dalam Qiyamullail dan Yaumul Qur’an pribadi, sehingga seiring bertambahnya hafalan, maka semakin nikmat Qiyamullail kita dan semakin rindu untuk selalu bersama Qur’an.

Sulit rasanya memiliki hafalan yang mutqin dan mampu menikmati hafalannya, jika seorang santri/santriwati penghafal Al Qur’an terlalu banyak tidur, layaknya orang yang tidak menghafal Kalam-Nya. Ini pernah diungkapkan  Imam Ibnu Mas’ud ra.,  

“Seorang penghafal Al Qur’an harus dikenal dengan malamnya saat manusia tidur, dan dengan siangnya saat manusia sedang tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara dan dengan khusyu nya saat manusia gelisah”.
Berdasarkan pengalaman penulis selama ini dalam membimbing program tahfizh Al Qur’an, secara umum biasanya para santri/santriwati peserta program tahfizh Al Qur’an mampu menyelesaikan hafalan 30 juz (ingat, belum termasuk murojaahnya) dalam rentang waktu 3 tahun. Ini adalah rata-rata waktu yang mampu dicapai oleh peserta tahfizh yang “non takhosus”. Biasanya mereka adalah para pelajar atau mahasiswa, yang ingin menghafal Qur’an tanpa harus mengabaikan aktivitas belajar/kuliah di kampusnya.
Jika target yang ditentukan adalah selesai ziyadah 30 Juz dalam waktu 3 tahun, maka pola yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Ziyadah atau menambah Hafalan 1 Juz/bulan
Untuk mencapai target ini, maka bisa melakukan upaya :

1.1. Menambah hafalan baru 1 pojok atau 1 halaman per hari

1.2. Tentukan waktu khusus dalam 1 hari untuk manambah hafalan Al Qur’an (misalnya sebelum atau  sesudah   Qiyamullail,  ba’da shalat fardhu, atau waktu-waktu lainnya)

1.3. Jika sulit meluangkan waktu khusus, maka tambahlah hafalan baru setiap ba’da sholatsebanyak sekitar 3 baris dalam 1 pojok (tergantung panjang ayat atau sesuaikan dengan tempat waqaf bacaan kita sendiri).

1.4. Setiap hari sebelum tidur, ulang dulu/murojaah hafalan baru yang kita dapatkan sebanyak 20 kali (usahakan ditasmi’kan dengan lancar). Bisa minta bantuan keluarga, teman kost atau direkam untuk mengoreksinya.

2. Tilawah 3-5 Juz/hari

2.1. Tilawah 3-5 juz/hari adalah kebiasaan tilawah minimal yang harus dilaksanakan oleh seorang penghafal Qur’an. Ini bisa dilakukan sekali duduk ataupun bisa dicicil dengan melaksanakannya setiap ba’da shalat fardhu.

2.2. Secara bertahap, kuantitas tilawah harus terus ditingkatkan, dari mulai 1 juz/hari dicicil menjadi 1 juz/hari sekali duduk. Lalu bertahap menjadi 2 juz/hari, 3 juz/hari sampai 5 juz/hari.Standarnya adalah tilawah 3 juz/hari sekali duduk, dan idealnya adalah 5 juz/hari.

3. Murojaah

3.1. Gunakan hafalan baru hasil ziyadah di hari tersebut dalam Qiyamullail. Untuk akhwat yang sedang haidh harus tetap  bangun  dan murojaah untuk menjaga iltizam dan menjaga metabolisme tubuh agar tetap terbiasa bangun malam. UraianContoh Program Qiyamullailnya adalah sbb:
  • Hari ke-1, tiap rakaat membaca 1 pojok  ziyadah baru
  • Hari ke-2, rakaat ganjil membaca ziyadah pojok baru dan rakaat genap murojaah hafalan lama
  • Hari ke-3, rakaat ke-1 membaca ziyadah pojok baru, rakaat ke-2 murojaah hafalan hari ke-1 dan rakaat ke-3 murojaah hafalan hari ke-2. Gunakan pola tersebut ke rakaat berikutnya
  • Hari ke-4, rakaat ke-1 membaca ziyadah pojok baru, rakaat ke-2 sampai 4 murojaah hafalan lama. Sholat witir gunakan seluruh hafalan yang sudah kita miliki (4 halaman)
  • Hari ke-5, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (tiap rakaat 1 halaman)
  • Hari ke-6, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (total 5 halaman)
  • Hari ke-7, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (total 6 halaman)
  • Begitu terus setiap hari, selalu memurojaah hafalan baru tanpa meninggalkan hafalan lama, selama rentang 1 bulan.
Jika kita konsisten dengan pola ini (atau bisa membuat pola sendiri), maka secara bertahap panjang Qiyamullail kita bertambah panjang setiap hari, sehingga tanpa terasa dalam rentang 1 bulan kita sudah mampu Qiyamullali sebanyak 1 juz.

Agar terjaga konsistensinya dan tidak merasa berat menjalankannya secara bertahap, mintalah selalu arahan dan bimbingan dari Muwajjih untuk membuat program Qiyamullail yang sesuai dengan perkembangan hafalan kita. Seorang muwajjih yang baik tentu akan membuat program Qiyamullail yang tidak sama persis antara satu santri dengan santri lainnya.

Secara bertahap, kita harus meningkatkan kuantitas hafalan dalam Qiyamullail dan secara bertahap pula meningkatkan kualitas Qiyamullailnya. Semakin banyak hafalan kita, maka seharusnya semakin panjang dan semakin nikmat pula Qiyamullail kita.

Betapa Qudwah kita, Rasulullah saw. telah memberi contoh tentang kenikmatan Qiyamullail yang berbanding lurus dengan kekuatan hafalan dan tadabburnya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Huzaifah ra. bahwa ia berkata,   
“Aku pernah mengerjakan shalat bersama Nabi saw. pada suatu malam. Beliau membuka rakaat dengan bacaan surat Al Baqarah, dan baru ruku  kira-kira pada ayat keseratus. Beliau melanjutkan shalatnya, kemudian membaca lanjutan surat Al Baqarah pada satu rakaat berikutnya hingga selesai, baru kemudian rukuk. Pada rakaat berikutnya beliau membaca surat An Nisaa hingga selesai, dan dilanjutkan dengan membaca surat Ali Imran secara perlahan hingga selesai pula. Jika melewati ayat yang berisi tasbih, beliau pun bertasbih, jika melewati ayat tentang permohonan beliau pun memohon, dan jika melewati ayat tentang perlindungan maka beliau pun memohon perlindungan. Sesudah itu, beliau pun rukuk dan membaca, Subhaana Robbiyal  ‘Azhiim (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung).” Lama rukuk beliau kurang lebih sama dengan lamanya berdiri. Sesudah itu, beliau mengucapkan, “Sami ‘Allohu liman hamidah (Alloh Maha Mendengar orang yang memuji-Nya).” Sesudah itu, beliau berdiri lagi cukup lama, kurang lebih hampir sama dengan waktu rukuk. Selanjutnya, beliau bersujud dan membaca “Subhana Robbiyal A’laa (Maha Suci Alloh Yang Maha Tinggi).” (HR. Abu Dawud).
Silakan hitung berapa juz total Qiyamullail yang dilakukan Nabi saw. pada malam tersebut.
Abdullah bin Rawahah ra. berkata tentang Rasulullah saw,  

 “Beliau tidur malam (hanya sebentar), lambungnya jauh dari tempat tidurnya. Walaupun sebenarnya bagi orang-orang musyrik meninggalkan tempat tidur itu sangat berat.” (HR.  Bukhari).
Jadi, sudah jelas bahwa seorang penghafal Al Qur’an yang terlalu banyak tidur, pada hakikatnya belum merasakan kenikmatan menghafal Al Qur’an dan belum merasakan kenikmatan hafalan Al Qur’an di dalam dadanya.

3.2. Jika sudah memiliki hafalan sekitar 1-3 juz, maka biasakan memiliki jadwal Yaumul Qur’an mingguan, misalnya di akhir pekan untuk mentasmi’kan hafalan yang dimiliki (diluar jadwal qiyamullail). Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar 2.5 jam non stop.
Agar kita fokus hanya untuk berta’amul ma’al Qur’an saat Yaumul Qur’an, maka disarankan untuk mematikan semua alat komunikasi dan tidak melakukan aktivitas apapun kecuali hanya bersama Al Qur’an (kecuali saat shalat, makan dan membuang hajat).

3.3. Jika sudah memiliki hafalan sekitar 4-10 juz, maka biasakanlah memiliki jadwal Yaumul Qur’an bulanan untuk mentasmi’kan hafalan yang dimiliki.

3.4. Jika sudah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz, maka biasakanlah memiliki Yaumul Qur’an 2 kali dalam setahun. Yaumul Qur’an pada 6 bulan pertama biasanya dilaakukan sendirian, dimana pada hari tersebut aktivitas kita hanya murojaah seluruh hafalan yang kita miliki. Jika dimulai ba’da subuh maka sampai isya biasanya sudah beres murojaah antara 15-20 juz (tergantung kelancaran hafalan kita dan tingkatan bacaannya). Lalu disambung murojaahnya dalam qiyamullail (sekitar 5 juz), dan sisanya dituntaskan kembali sampai sebelum zhuhur. Berdasarkan pengalaman, biasanya untuk murojaah 30 juz butuh waktu 2 hari 1 malam, jika hafalan lancar. Bahkan masih memungkinkan untuk kita mentadabburi beberapa juz atau surat atau pojok atau ayat yang sudah kita hafal.

Yaumul Qur’an 6 bulan yang kedua, biasanya dilakukan bersama guru kita. Artinya ini adalah periode untuk mencek ulang seluruh hafalan kita di hadapan guru. Karena itu, kita harus mengalokasikan waktu khusus dan menyesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh guru kita. Biasanya guru kita akan mengalokasikan waktu sekitar bulan rajab, sya’ban atau bahkan ramadhan, dan kita harus siap “mengejar dan mendatangi” dimana guru kita berada.

Itulah sebenarnya esensi menghafal Al Qur’an, bukan untuk dibanggakan di hadapan manusia, tetapi untuk dinikmati dalam Qiyamullail, menikmatinya dalam muroja’ah, merasakan keagungan kalam Alloh saat tadabbur. Semakin sering muroja’ah, semakin terasa kenikmatannya, semakin kuat hafalannya dan semakin meningkat kualitas Qiyamullailnya.
Jadi, mari kita nikmati hafalan kita, kita nikmati jadwal bertemu guru untuk ziyadah dan murojaah, kita nikmati seluruh prosesnya walau harus mengulang, mengulang dan mengulang. Tak ada sedikitpun kerugian dari proses pengulangan tersebut karena semakin sering diulang makin banyak keberkahan yang didapatkan, makin akrab ayat yang dihafal dan terasa nikmat saat sudah hafal.
Dan lebih nikmat lagi saat kita mentadabburinya dalam Qiyamullail, sehingga terbangun motivasi untuk mengamalkannya….
“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (QS. Al Muzzammil: 1-8)
Dikutip dari http://1hariitu24jam.wordpress.com
Oleh : Ust. Suherman

Ya Allaah semoga saya dan semua anggota keluarga bisa melaksanakannya dan selalu istiqomah aamiin allahumma aamiin..

22 December 2015

Bismillaah.. saya akan jadi penghafal Al Qur’an, in syaa Allaah…

Sebenarnya malu banget kalau mau cerita tentang hafalan Al Qur’an saya.. rasanya mau krukupan panci aja, atau lari yang jauh sekalian :D Tapi.. buat apa malu kalau cuma malu tapi ga nambah-nambah hafalannya? Sepahit apapun harus saya akui, di umur saya yang hampir kepala 3 ini saya masih belum hafal juz 30 keseluruhan. Kalau dipancing-pancing in syaa Allaah masih bisa nerusin ayat, tapi belum keseluruhan ayat di juz 30 saya hafal. Ya Allaah… kemana saja saya selama hampir 30 tahun ini?? Ngapain aja selama hampir 30 tahun ini?? :( :( :(

Niat untuk menghafal Al Qur’an sebenarnya sangat kuat dalam diri saya, tapiii.. gampang goyah sama godaan dan kendala yang terjadi di lapangan. Apalagi buat ibu rumah tangga beranak 3 seperti saya ini. Rasanya hampir ga ada waktu buat menghafal, rasanya waktu saya habis untuk menyelesaikan pekerjaan domestik saja. Ini yang harus saya perbaiki, management waktu! Memang istiqomah itu tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin kan? Sengaja memang bikin tulisan ini, biar memacu semangat saya.. Kalau mulai malas bisa kembali lagi ke jalur yang benar :) Kemarin saya sedikit tertohok dengan Hadist ini:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Surga itu diliputi dengan hal2 yang tidak menyenangkan, dan neraka itu diliputi hal2 yang menyenangkan.”
(HR. Muslim IV/2174 no.2822, At-Tirmidzi IV/693 no.2559, dan Ahmad III/284 no.14062)
Maksud sabda Nabi (neraka itu diliputi oleh hal2 yg menyenangkan) ialah bahwa jalan menuju neraka itu dipenuhi dengan hal-hal yang disukai oleh jiwa manusia yaitu berupa dosa-dosa dan maksiat seperti zina, riba, korupsi, mengurangi takaran dan timbangan, menggunjing orang lain, meninggalkan sholat, puasa, zakat dan kewajiban2 lainnya. Semuanya itu sangat disukai jiwa manusia karena sesuai dengan nafsu syahwatnya. Oleh karenanya, ketika seorang hamba melakukan hal2 itu semua demi mengikuti hawa nafsu dan menyenangkan jiwanya, maka ia pun terancam utk masuk ke dalam api Neraka.

Sedangkan sabda Nabi (surga itu dikelilingi oleh hal2 yg tidak menyenangkan) maksudnya ialah bahwa jalan menuju surga itu dipenuhi dengan rintangan-rintangan dan amalan-amalan yang tidak disukai oleh jiwa manusia karena bertentangan dengan hawa nafsu. Seperti perintah mendirikan sholat 5 waktu, menunaikan zakat mal, puasa romadhon, berjihad di jalan Allah, kewajiban menuntut ilmu agama, menutup aurat, meninggalkan zina, judi, mabuk, korupsi, riba, dan dosa2 lainnya. Semuanya itu terasa sangat berat bagi jiwa manusia. Sehingga tatkala seorang hamba bersabar dan istiqomah dlm menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya yg mana terasa sangat berat bagi jiwanya dan bertentangan dengan keinginan hawa nafsunya, maka ia dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk masuk Surga yg penuh dengan kenikmatan yg kekal nan abadi.

Ya.. jalan menuju surga itu tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin untuk kita bisa meraihnya. Semoga Allaah mudahkan, semoga Allaah istiqomahkan aamiin yaa robbal allaamiin…
Mulai saat ini saya azzamkan dalam diri bahwa saya akan menjadi penghafal Al Qur’an Bismillaah..

14 May 2015

Hiatus Facebook

Sudah sejak lama saya hiatus dari menulis status di Facebook. Entahlah, saya merasa saya yang dulu-dulu ketika rajin menulis status itu lebay banget, gak penting juga orang lain tahu apa yang sedang kita atau keluarga kita lakukan. Hanya berharap diberi komentar atau sekedar LIKE? Ahh.. bukan saya banget rasanya, tapi anehnya pernah saya lakukan hihihi.. Beberapa minggu yang lalu saya menghapus hampir semua foto-foto yang pernah saya upload dari sejak bergabung dengan Facebook sekitar tahun 2008. Mungkin banyak yang menyayangkan sikap saya ini karena banyak komennya, banyak kenangannya.. Biarlah jadi kenangan saya bersama keluarga dan teman-teman saja, tak perlu orang lain yang tidak berkepentingan tahu. Bukan bermaksut menutup diri, sama sekali bukan, saya hanya ingin menjaga diri ini dari riya’  :) yang mungkin secara tidak sadar kita lakukan. Dan mungkin orang lain juga akan su’udzon dengan apa yang kita posting. Jadi untuk amannya saya memilih berhenti mengunggah hal-hal yang sifatnya pribadi seperti foto keluarga. Dan mulai saat ini Facebook saya gunakan hanya untuk mencari dan berbagi ilmu. Ya mulai sekarang saya hanya akan mengunggah hal-hal yang bisa diambil manfaatnya oleh teman-teman, bukan sekedar pamer foto pribadi :D

30 April 2017

Lettering untuk CEO CUP 2017

0 comments

Lama ga #lettering hasilnyaaaa.. miring sana miring sini
Maafkan yaa yah..
.
Yuk ah banyak latihan lagi..
.
#handlettering
#belajarhandlettering
#metime

Membuat Paper Flower bersama Khadira

0 comments

wiken kemarin bikin #paperflower sama K2 yang memang hobbynya bikin2.. K3 ikut ngriwuki juga mintanya semua kertas diguntingi .
sementara K1 ikut Ayahnya ngantor.. K4 Alhamdulillaah masih banyak boboknya jadi belum ikut2 ngriwuki kakak n bundanya bikin2
.
Alhamdulillaah anak2 seneng karena bikinnya gampang.. bahannya juga murmer cuma butuh kertas hvs warna warni, lem, sama gunting aja..
.
Alhamdulillaah hasilnya bisa dijadiin hiasan dinding yang kosong..
.
wiken ini mau bikin lagi yang banyaakkk karena kemarin seharian cuma jadi 3 hihihi
.
.
Happy #crafting.. selamat berlibur bersama keluarga..
.
.
.
.
.
.
.
#bikinbikin
#Khadira
#metime

12 April 2017

SINOM

0 comments

SINOM
.
Sinom ini minuman favorit anak2 kalau pas pulang ke Kraksaan. Tiap mudik selaluuu yang dicari sinomnya Nenek.. Apalagi minumnya sinom dingin yang baru keluar dari kulkas pas siang terik.. wihh dijamin susaaah disuruh berhentinya
.
Dan sebenernya saya udah lamaaa banget pengen berguru ke Nenek, apalah daya baru kesampean kemarin belajar yang bener2 belajar sama suhunya
.
Alhamdulillaah kata nenek dan suami udah lulus uji hehehe..
Udah di test ke tetangga2 Alhamdulillaah komennya pada bilang enak dan bikin nagih
.
Alhamdulillaah yaa kak.. sekarang kalo pingin sinom ga usah nunggu waktu mudik tiba.. sekarang in syaa Allaah bakalan sering ada di kulkas buat pelepas dahaga setelah lelah kalian menuntut ilmu, Alhamdulillaah...
.

10 April 2017

Kelahiran Khalifah

0 comments

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Semoga bisa diambil ibroh dari cerita persalinan ke-4 saya :) 

Kehamilan ke-4 ini mungkin salah satu cara Allaah menunjukkan kasih sayangNya pada kami terutama untuk saya agar tidak terlalu lama berlarut-larut dalam episode 'ujian' yang baru saja kami lalui :)
Ya, saya seperti membuktikan sendiri kebenaran firman-firmanNya bahwa setelah kesulitan Allaah menjanjikan kemudahan. Lalu, bersabarlah dengan sabar yang baik. Ah, Allaah sungguh sangat sayaaaaang pada kami :)

Di penghujung Ramadhan 1438H saya baru mengetahui bahwa ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim ini. Rasanya bahagia bercampur khawatir, bisakah saya? Mencoba meyakinkan diri bahwa Allaah pasti tahu yang terbaik untuk hambaNya. Dan Alhamdulillaah saya melewati masa-masa kehamilan dengan mudah, tanpa morning sickness seperti 3 kehamilan sebelumnya, masih bisa jemput kakak2nya sekolah sampai usia kehamilan 9 bulanan, masih bisa wira-wiri depok-sawangan tiap weekend, pokoknya Alhamdulillaah... :)

Alhamdulillaahnya lagi Allaah  menuntun saya untuk mengenal AMANI (Assisting Mothers for Active Natural Instinctive) Birth melalui mba Dea, yang banyak mengajarkan ilmu yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara alami.

Saat mba Dea membuka kelas AMANI Depok, tanpa pikir panjang saya langsung mendaftar. Untuk apa sih? Bukankah 3 persalinan sebelumnya normal? Ya, 3 persalinan saya sebelumnya memang melalui persalinan normal tapi ketiganya menggunakan induksi :) yang kata kebanyakan orang sakitnya melebihi persalinan normal tanpa induksi. Bukan karena lebih ringan sakitnya yang saya cari, tapi saat itu saya seperti kehausan ilmu tentang persalinan alami. Banyak pikiran-pikiran lewat,
"Masa ga bisa sih lahiran tanpa induksi?"
"Masa ga bisa sih Kita nunggu aja sampai ada tanda-tanda kelahiran?"
"Orang tua kita jaman dulu saja ga pake induksi bisa melahirkan"
Dan mungkin kuatnya keinginan saya untuk merasakan persalinan alami sama kuatnya dengan ibu-ibu yang ingin VBAC (Vaginal Birth After Caesarian), ya ibu-ibu yang berjuang melahirkan secara normal setelah persalinan sebelumnya melalui proses operasi Caesar :)

Satu quote yang paling saya ingat di kelas AMANI adalah

"Allaah lah yang menciptakan bayi, pasti sudah Allaah tentukan pula jalan lahirnya"

Maa syaa Allaah.. begitu mengajarkan kepasrahan yang utuh hanya pada Allaah semata :)
Kadang tanpa disadari sering kita pasrah pada apa kata tenaga medis, lupa bahwa ada Allaah yang Maha Menentukan Segalanya :)

Demi kelahiran yang normal alami saya kontrol kehamilan di Bidan Maya yang jauh di Citayam. Beliau sangat pro normal alami, menenangkan dan selalu pesannya banyak berdoa pada Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Saat usia kehamilan semakin mendekati HPL saya dan suami makin sering membicarakan rencana persalinan seperti apa yang nanti akan kami jalani. Mulai dari posisi melahirkan sampai tempat melahirkan nanti. Suami sempat tercetus ingin homebirth saja agar tidak repot bawa 3 kakak-kakak. Tapi saya masih enggan karena di pikiran saya pasti nanti suami lebih repot lagi karena harus mengkondisikan 3 kakak-kakak ini sementara saya butuh didampingi saat bersalin. Akhirnya kami sepakat akan bersalin di klinik Bidan Maya.

Dan dari AMANI ini pula saya baru tahu bahwa posisi melahirkan itu ga cuma tidur telentang dengan kedua kaki di sanggurdi, posisi yang lazim jika kita bersalin di rumah sakit. Banyak posisi melahirkan sesuai gravitasi yang akan memudahkan Ibu dalam bersalin, diantaranya jongkok, duduk, posisi all four(seperti posisi merangkak), dan masih banyak posisi lain yang nyaman bagi Ibu. Dan saya juga baru tau kalau Allaah telah memberi petunjuk tentang posisi melahirkan ini dalam kisah bunda Maryam saat melahirkan Nabi Isa Alaihissalam

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS Maryam: 25)

Tergambar kan bagaimana posisi menggoyang pangkal pohon kurma? Maa syaa Allaah.. speechless saya saat itu, kemana saja selama ini? Semua hal sudah Allaah beri petunjuknya dalam Al Qur'an :)

Di usia kehamilan 38 minggu Alhamdulillaah ibu mertua sudah datang untuk mendampingi persalinan cucu ke-4nya :) Beliau ini yang paling rajin menyemangati saya untuk terus jalan kaki setiap pagi meski cuaca mendung yang sebenarnya membuat saya saat itu males gerak hehehe.. jangan ditiru ya.. :D

Harusnya saat mendekati HPL Ibu harus makin banyak bergerak untuk persiapan fisik saat persalinan nanti. Dan ini memang tantangan berat buat Ibu hamil tua :) Saat itu saya disarankan bidan untuk jalan kaki minimal 1 jam setiap harinya.

Mendekati HPL mulai terdengar suara-suara khas "kok belum lahir-lahir?" mulai dari teman, saudara, sampai tetangga yang sebenarnya sangat mengganggu pikiran Ibu hamil :D Dan ini sangat penting diperhatikan jangan sampai Ibu stress saat menanti kelahiran yang mungkin saja melewati HPL karena akan sangat berpengaruh pada bayi. HPL adalah Hari Perkiraan Lahir bukan Hari Pasti Lahir :D Jadi santai saja jika belum ada tanda-tanda kelahiran sementara sudah lewat HPL. Yakin saja Allaah sudah menyiapkan waktu yang tepat untuk kelahiran adek bayi.

Tetapi yang namanya perempuan tetap saja ya "kata orang" itu selalu jadi pikiran. Saya pun demikian, sempat ngobrol sama adek "ayo dong dek cepetan lahirnya.." padahal kalau memang belum waktunya ya kita ga bisa maksa :)
Sebenarnya saat ngobrol sama adek itu saya juga merasa takut, karena ini akan jadi pengalaman persalinan alami pertama buat saya. Saat itu saya mulai meragukan kemampuan diri :( Tetapi Alhamdulillaah pikiran-pikiran negatif itu tidak berlangsung lama. Segera saja saya bawa berdo'a saat pikiran negatif mulai datang :)

Do'a terkait persalinan yang selalu saya ucapkan di tiap sholat di sujud terakhir adalah

Yaa Allaah, berilah persalinan yang mudah, normal, alami, spontan, tanpa intervensi obat-obatan. Lembutkanlah, indahkanlah prosesnya Yaa Allaah..

Do'a itu seperti sugesti positif buat saya untuk terus bersabar menanti tanda-tanda kelahiran dan selalu berkhusnudzon pada tiap rencana Allaah :)

Saat mendekati 40 minggu bidan Maya hanya menyarankan banyak bergerak, konsumsi nanas, durian, kiwi untuk induksi alaminya. Nanas dan kiwi sudah, tetapi ga berefek apa-apa buat saya :D akhirnya suami yang anti durian membelikan 2kg daging durian khusus buat saya. Rekor dalam hidup saya ngabisin 2kg daging durian dalam 3 hari :D Akhirnya Kamis, 16 February sudah mulai kontraksi rutin dari pagi-siang dengan interval 10 menitan. Tetapi menurut saya masih braxton hicks (kontraksi palsu) karena saya masih bisa ngapa-ngapain waktu itu. Suami sengaja pulang sore hari Kamis itu, khawatir istrinya ini sudah mau lahiran :)

Hari Jumat suami cuti kerja, rencananya ba'da sholat Jumat kami akan periksa. Seperti biasa pagi saya jalan-jalan, tetapi di dalam rumah saja karena pagi itu hujan. Sama saya banyakin berdiri-jongkok. Siangnya kontraksi rutin 7 menitan tapi saya masih bisa masak, masih belum yang sakit banget menurut saya. Lalu saat ke kamar mandi keluar lendir seperti ingus, Alhamdulillaah.. sudah ada tanda-tanda pikir saya. Segera saya WA Bidan Fivi (asisten Bidan Maya), kata Bidan Fivi nanti lendirnya akan semakin banyak dan disarankan tetap dipakai aktivitas saja selama masih bisa. Dan katanya lagi selama masih bisa aktivitas ga perlu ke klinik dulu. Tetapi suami tetap mengajak saya ke klinik terutama untuk meyakinkan Ibu, biar beliau tenang. Karena Ibu berencana untuk pulang karena sudah cukup lama menunggu dan sepertinya adek masih anteng aja :D Akhirnya kita berangkat sore ke klinik, dan sampe di sana Bidan Fivi tidak menyarankan untuk pemeriksaan vagina untuk cek pembukaan karena khawatir mengintervensi dan lagi melihat saya yang masih dalam kondisi segar bugar :D

Akhirnya kami pulang lagi dan tas berisi perlengkapan lahiran sengaja saya tinggal di klinik, biar nanti ga repot bawa-bawa tas saat mau lahiran. Sampai di rumah hampir maghrib, dan ba'da maghrib suami harus ke kantor karena ada acara maulid sekalian mau cari tiket kereta buat Ibu besok. Tinggal saya berdua Khalila di rumah.

Hampir jam 1 malam suami, Ibu, dan kakak-kakak baru sampe rumah. Sekitar jam 2 datang kontraksi yang mulai berasa sakitnya, tapi masih belum rutin. Waktu adzan subuh segera saja saya pakai untuk mandi sementara suami ke masjid, sempat nyuci daleman anak-anak juga hehehe.. :D Setelah mandi segera saya sholat subuh, feeling saya ga akan lama lagi akan lahiran.

Pulang dari masjid suami tidur lagi karena sangat lelah setelah mengurus acara maulid di kantor. Setelah sholat subuh saya pakai rebahan karena kontraksi mulai berasa sakitnya. Sempat kepikiran untuk makan, tapi urung saya lakukan karena berasa udah ga enak. Akhirnya saya ambil 7 butir kurma yang suami siapkan untuk tahnik. Jam 5.45 saya ke kamar mandi karena ingin buang air kecil dan Alhamdulillaah sudah ada flek. Lalu saya pakai rebahan lagi, dan saat rebahan itu kerasa deg, seperti ada sesuatu yang pecah. Benar saja, mulai ada rembesan air ketuban sedikit. Segera saja saya bangunkan suami.

Suami segera bangun dan keluar untuk pinjam mobil tetangga, sementara saya ditemani Ibu. Jam 6.50 datang lagi kontraksi yang cukup hebat. Alhamdulillaah tidak berapa lama akhirnya suami datang, jam 7.01 saya minta ke kamar mandi karena berasa mau buang air besar. Saat itu saya sudah tidak kuat jalan lagi, ke kamar mandi dituntun suami dan Ibu. Suami meminta Ibu mengawasi saya, sementara beliau mempersiapkan mobil. Saat hendak BAB itu posisi saya duduk di toilet, dan ini sungguh tidak nyaman buat saya saat itu, akhirnya saya turun dan dalam posisi merangkak (all four) saya merasa lebih nyaman.

Tak lama datang lagi kontraksi yang lebih hebat lagi, dan saat suami melihat saya seperti hendak mengejan, suami bilang "tahan..tahan.." saya yang sudah berasa tak kuat menahan hanya bisa berkata "masuk yah.. masuk.." Lalu suami masuk ke kamar mandi dan mengambil posisi di belakang saya, dan benar saja kepala adek bayi sudah terlihat. Dalam suasana panik seperti itu suami minta diambilkan kain atau apalah untuk alas pada Ibu, segera setelah itu suami mengkomando saya "ayo bunda.." dan Allaahu Akbar begitu cepat prosesnya, jam 07.15 anak lelaki kami lahir diterima sendiri oleh Ayahnya.

Maa syaa Allaah..
Allaahu Akbar.. Alhamdulillaah..
Yaa Allaah.. lagi-lagi kami membuktikan kuasaMu..

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (An-Nahl: 78)

Segera saja saya peluk adek dengan tali pusar masih tersambung ke plasenta yang masih ada dalam rahim saya. Suami segera menghubungi Bidan Maya menanyakan bagaimana ini selanjutnya, lalu meminta Ibu minta tolong ke tetangga untuk mencarikan Bidan. Sementara kakak-kakak sudah mulai berebutan ingin melihat adik bayinya yang baru lahir.. :)

Setelah itu suami menuntun saya pindah ke kamar. Tak lama kemudian datang Bidan Sasa yang ternyata tinggal sekomplek dengan kami. Tak lama plasenta lahir dan Alhamdulillaah bisa IMD sepuasnya dan DCC (Delayed Cord Clamping). Tali pusar baru dipotong sekitar jam 10.30 saat sudah benar-benar berhenti berdenyut.

Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Maha Besar Allaah.. dengan segala kuasaMu, anak lelaki kami lahir..

Allaah mengabulkan semua harapan dan cita-cita kami akan persalinan yang indah :)

Sungguh ini adalah persalinan yang mengajarkan kami banyak hal, di luar birth plan yang kami buat, tetapi pasti ini yang terbaik menurut Allaah Subhanallaahu WaTa'ala :)

Terima kasih tak terhingga untuk para tetangga yang sudah seperti saudara sendiri. Yang sudah kami repoti pagi-pagi,
Terima kasih pada Mba Dea yang sudah mengenalkan kami pada AMANI,
Terima kasih pada Bidan Maya dan team (Bidan Fivi & Bidan Lia) yang telah membimbing kami,
Terima kasih pada Bidan Sasa yang telah membantu setelah kelahiran adek..
Terima kasih pada teman-teman semua yang banyak memberikan support dan do'a pada kami..
Semoga Allaah membalas dengan berlipat kebaikan aamiin allaahumma aamiin..

Wahai Ibu berdayakan diri dengan ilmu, cukupilah nutrisi untuk buah hati yang bergantung sepenuhnya padamu, teruslah bergerak, dan jangan lupa ketuklah Arsy dengan do'a-do'a panjangmu. In syaa Allaah persalinan indah menantimu.. :)

20 February 2016

Akademi Keluarga

0 comments
Bismillaah.. niat mulai rutin menulis :) Niat berbagi ilmu yang masih sedikit ini. Dengan harapan semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan :)

23 December 2015

Menikmati Hafalan dalam Jamuan Murojaah dan Qiyamullail

0 comments
Dalam proses menghafal Qur’an, yang paling prinsip adalah lurusnya niat dan kekuatan ruhiah yang menopangnya. Namun secara ikhtiari kita juga harus menyiapkan perencanaan yang jelas untuk menggapai cita-cita menjadi seorang “Penjaga Qur’an”.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr : 18)

Salah satu proses untuk memiliki hafalan Al Qur’an yang mutqin adalah  

memiliki program tilawah, ziyadah dan murojaah yang teratur 


Hal  ini patut difahami, agar tidak hanya berhenti sebatas menyelesaikan setoran 30 juz. Tilawah berfungsi untuk mengakrabkan dan melakukan percepatan pertemuan dengan ayat yang sedang dihafal. Sedangkan murojaah yang teratur dan terstruktur berfungsi agar hafalan tidak cepat hilang dan agar kita makin merasakan kenikmatan memiliki hafalan – seberapapun banyaknya hafalan kita – serta menghindari kejenuhan, rasa letih dan futur dalam menghafal Al Qur’an.

Di antara proses murojaah yang paling efektif adalah menggunakan hafalan yang kita miliki dalam Qiyamullail dan Yaumul Qur’an pribadi, sehingga seiring bertambahnya hafalan, maka semakin nikmat Qiyamullail kita dan semakin rindu untuk selalu bersama Qur’an.

Sulit rasanya memiliki hafalan yang mutqin dan mampu menikmati hafalannya, jika seorang santri/santriwati penghafal Al Qur’an terlalu banyak tidur, layaknya orang yang tidak menghafal Kalam-Nya. Ini pernah diungkapkan  Imam Ibnu Mas’ud ra.,  

“Seorang penghafal Al Qur’an harus dikenal dengan malamnya saat manusia tidur, dan dengan siangnya saat manusia sedang tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara dan dengan khusyu nya saat manusia gelisah”.
Berdasarkan pengalaman penulis selama ini dalam membimbing program tahfizh Al Qur’an, secara umum biasanya para santri/santriwati peserta program tahfizh Al Qur’an mampu menyelesaikan hafalan 30 juz (ingat, belum termasuk murojaahnya) dalam rentang waktu 3 tahun. Ini adalah rata-rata waktu yang mampu dicapai oleh peserta tahfizh yang “non takhosus”. Biasanya mereka adalah para pelajar atau mahasiswa, yang ingin menghafal Qur’an tanpa harus mengabaikan aktivitas belajar/kuliah di kampusnya.
Jika target yang ditentukan adalah selesai ziyadah 30 Juz dalam waktu 3 tahun, maka pola yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Ziyadah atau menambah Hafalan 1 Juz/bulan
Untuk mencapai target ini, maka bisa melakukan upaya :

1.1. Menambah hafalan baru 1 pojok atau 1 halaman per hari

1.2. Tentukan waktu khusus dalam 1 hari untuk manambah hafalan Al Qur’an (misalnya sebelum atau  sesudah   Qiyamullail,  ba’da shalat fardhu, atau waktu-waktu lainnya)

1.3. Jika sulit meluangkan waktu khusus, maka tambahlah hafalan baru setiap ba’da sholatsebanyak sekitar 3 baris dalam 1 pojok (tergantung panjang ayat atau sesuaikan dengan tempat waqaf bacaan kita sendiri).

1.4. Setiap hari sebelum tidur, ulang dulu/murojaah hafalan baru yang kita dapatkan sebanyak 20 kali (usahakan ditasmi’kan dengan lancar). Bisa minta bantuan keluarga, teman kost atau direkam untuk mengoreksinya.

2. Tilawah 3-5 Juz/hari

2.1. Tilawah 3-5 juz/hari adalah kebiasaan tilawah minimal yang harus dilaksanakan oleh seorang penghafal Qur’an. Ini bisa dilakukan sekali duduk ataupun bisa dicicil dengan melaksanakannya setiap ba’da shalat fardhu.

2.2. Secara bertahap, kuantitas tilawah harus terus ditingkatkan, dari mulai 1 juz/hari dicicil menjadi 1 juz/hari sekali duduk. Lalu bertahap menjadi 2 juz/hari, 3 juz/hari sampai 5 juz/hari.Standarnya adalah tilawah 3 juz/hari sekali duduk, dan idealnya adalah 5 juz/hari.

3. Murojaah

3.1. Gunakan hafalan baru hasil ziyadah di hari tersebut dalam Qiyamullail. Untuk akhwat yang sedang haidh harus tetap  bangun  dan murojaah untuk menjaga iltizam dan menjaga metabolisme tubuh agar tetap terbiasa bangun malam. UraianContoh Program Qiyamullailnya adalah sbb:
  • Hari ke-1, tiap rakaat membaca 1 pojok  ziyadah baru
  • Hari ke-2, rakaat ganjil membaca ziyadah pojok baru dan rakaat genap murojaah hafalan lama
  • Hari ke-3, rakaat ke-1 membaca ziyadah pojok baru, rakaat ke-2 murojaah hafalan hari ke-1 dan rakaat ke-3 murojaah hafalan hari ke-2. Gunakan pola tersebut ke rakaat berikutnya
  • Hari ke-4, rakaat ke-1 membaca ziyadah pojok baru, rakaat ke-2 sampai 4 murojaah hafalan lama. Sholat witir gunakan seluruh hafalan yang sudah kita miliki (4 halaman)
  • Hari ke-5, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (tiap rakaat 1 halaman)
  • Hari ke-6, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (total 5 halaman)
  • Hari ke-7, rakaat ke-1 sampai ke-4 membaca ziyadah pojok baru, rakaat 5-8 murojaah hafalan lama (total 6 halaman)
  • Begitu terus setiap hari, selalu memurojaah hafalan baru tanpa meninggalkan hafalan lama, selama rentang 1 bulan.
Jika kita konsisten dengan pola ini (atau bisa membuat pola sendiri), maka secara bertahap panjang Qiyamullail kita bertambah panjang setiap hari, sehingga tanpa terasa dalam rentang 1 bulan kita sudah mampu Qiyamullali sebanyak 1 juz.

Agar terjaga konsistensinya dan tidak merasa berat menjalankannya secara bertahap, mintalah selalu arahan dan bimbingan dari Muwajjih untuk membuat program Qiyamullail yang sesuai dengan perkembangan hafalan kita. Seorang muwajjih yang baik tentu akan membuat program Qiyamullail yang tidak sama persis antara satu santri dengan santri lainnya.

Secara bertahap, kita harus meningkatkan kuantitas hafalan dalam Qiyamullail dan secara bertahap pula meningkatkan kualitas Qiyamullailnya. Semakin banyak hafalan kita, maka seharusnya semakin panjang dan semakin nikmat pula Qiyamullail kita.

Betapa Qudwah kita, Rasulullah saw. telah memberi contoh tentang kenikmatan Qiyamullail yang berbanding lurus dengan kekuatan hafalan dan tadabburnya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Huzaifah ra. bahwa ia berkata,   
“Aku pernah mengerjakan shalat bersama Nabi saw. pada suatu malam. Beliau membuka rakaat dengan bacaan surat Al Baqarah, dan baru ruku  kira-kira pada ayat keseratus. Beliau melanjutkan shalatnya, kemudian membaca lanjutan surat Al Baqarah pada satu rakaat berikutnya hingga selesai, baru kemudian rukuk. Pada rakaat berikutnya beliau membaca surat An Nisaa hingga selesai, dan dilanjutkan dengan membaca surat Ali Imran secara perlahan hingga selesai pula. Jika melewati ayat yang berisi tasbih, beliau pun bertasbih, jika melewati ayat tentang permohonan beliau pun memohon, dan jika melewati ayat tentang perlindungan maka beliau pun memohon perlindungan. Sesudah itu, beliau pun rukuk dan membaca, Subhaana Robbiyal  ‘Azhiim (Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung).” Lama rukuk beliau kurang lebih sama dengan lamanya berdiri. Sesudah itu, beliau mengucapkan, “Sami ‘Allohu liman hamidah (Alloh Maha Mendengar orang yang memuji-Nya).” Sesudah itu, beliau berdiri lagi cukup lama, kurang lebih hampir sama dengan waktu rukuk. Selanjutnya, beliau bersujud dan membaca “Subhana Robbiyal A’laa (Maha Suci Alloh Yang Maha Tinggi).” (HR. Abu Dawud).
Silakan hitung berapa juz total Qiyamullail yang dilakukan Nabi saw. pada malam tersebut.
Abdullah bin Rawahah ra. berkata tentang Rasulullah saw,  

 “Beliau tidur malam (hanya sebentar), lambungnya jauh dari tempat tidurnya. Walaupun sebenarnya bagi orang-orang musyrik meninggalkan tempat tidur itu sangat berat.” (HR.  Bukhari).
Jadi, sudah jelas bahwa seorang penghafal Al Qur’an yang terlalu banyak tidur, pada hakikatnya belum merasakan kenikmatan menghafal Al Qur’an dan belum merasakan kenikmatan hafalan Al Qur’an di dalam dadanya.

3.2. Jika sudah memiliki hafalan sekitar 1-3 juz, maka biasakan memiliki jadwal Yaumul Qur’an mingguan, misalnya di akhir pekan untuk mentasmi’kan hafalan yang dimiliki (diluar jadwal qiyamullail). Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar 2.5 jam non stop.
Agar kita fokus hanya untuk berta’amul ma’al Qur’an saat Yaumul Qur’an, maka disarankan untuk mematikan semua alat komunikasi dan tidak melakukan aktivitas apapun kecuali hanya bersama Al Qur’an (kecuali saat shalat, makan dan membuang hajat).

3.3. Jika sudah memiliki hafalan sekitar 4-10 juz, maka biasakanlah memiliki jadwal Yaumul Qur’an bulanan untuk mentasmi’kan hafalan yang dimiliki.

3.4. Jika sudah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz, maka biasakanlah memiliki Yaumul Qur’an 2 kali dalam setahun. Yaumul Qur’an pada 6 bulan pertama biasanya dilaakukan sendirian, dimana pada hari tersebut aktivitas kita hanya murojaah seluruh hafalan yang kita miliki. Jika dimulai ba’da subuh maka sampai isya biasanya sudah beres murojaah antara 15-20 juz (tergantung kelancaran hafalan kita dan tingkatan bacaannya). Lalu disambung murojaahnya dalam qiyamullail (sekitar 5 juz), dan sisanya dituntaskan kembali sampai sebelum zhuhur. Berdasarkan pengalaman, biasanya untuk murojaah 30 juz butuh waktu 2 hari 1 malam, jika hafalan lancar. Bahkan masih memungkinkan untuk kita mentadabburi beberapa juz atau surat atau pojok atau ayat yang sudah kita hafal.

Yaumul Qur’an 6 bulan yang kedua, biasanya dilakukan bersama guru kita. Artinya ini adalah periode untuk mencek ulang seluruh hafalan kita di hadapan guru. Karena itu, kita harus mengalokasikan waktu khusus dan menyesuaikan dengan waktu yang dimiliki oleh guru kita. Biasanya guru kita akan mengalokasikan waktu sekitar bulan rajab, sya’ban atau bahkan ramadhan, dan kita harus siap “mengejar dan mendatangi” dimana guru kita berada.

Itulah sebenarnya esensi menghafal Al Qur’an, bukan untuk dibanggakan di hadapan manusia, tetapi untuk dinikmati dalam Qiyamullail, menikmatinya dalam muroja’ah, merasakan keagungan kalam Alloh saat tadabbur. Semakin sering muroja’ah, semakin terasa kenikmatannya, semakin kuat hafalannya dan semakin meningkat kualitas Qiyamullailnya.
Jadi, mari kita nikmati hafalan kita, kita nikmati jadwal bertemu guru untuk ziyadah dan murojaah, kita nikmati seluruh prosesnya walau harus mengulang, mengulang dan mengulang. Tak ada sedikitpun kerugian dari proses pengulangan tersebut karena semakin sering diulang makin banyak keberkahan yang didapatkan, makin akrab ayat yang dihafal dan terasa nikmat saat sudah hafal.
Dan lebih nikmat lagi saat kita mentadabburinya dalam Qiyamullail, sehingga terbangun motivasi untuk mengamalkannya….
“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Rabb-mu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (QS. Al Muzzammil: 1-8)
Dikutip dari http://1hariitu24jam.wordpress.com
Oleh : Ust. Suherman

Ya Allaah semoga saya dan semua anggota keluarga bisa melaksanakannya dan selalu istiqomah aamiin allahumma aamiin..

22 December 2015

Bismillaah.. saya akan jadi penghafal Al Qur’an, in syaa Allaah…

0 comments
Sebenarnya malu banget kalau mau cerita tentang hafalan Al Qur’an saya.. rasanya mau krukupan panci aja, atau lari yang jauh sekalian :D Tapi.. buat apa malu kalau cuma malu tapi ga nambah-nambah hafalannya? Sepahit apapun harus saya akui, di umur saya yang hampir kepala 3 ini saya masih belum hafal juz 30 keseluruhan. Kalau dipancing-pancing in syaa Allaah masih bisa nerusin ayat, tapi belum keseluruhan ayat di juz 30 saya hafal. Ya Allaah… kemana saja saya selama hampir 30 tahun ini?? Ngapain aja selama hampir 30 tahun ini?? :( :( :(

Niat untuk menghafal Al Qur’an sebenarnya sangat kuat dalam diri saya, tapiii.. gampang goyah sama godaan dan kendala yang terjadi di lapangan. Apalagi buat ibu rumah tangga beranak 3 seperti saya ini. Rasanya hampir ga ada waktu buat menghafal, rasanya waktu saya habis untuk menyelesaikan pekerjaan domestik saja. Ini yang harus saya perbaiki, management waktu! Memang istiqomah itu tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin kan? Sengaja memang bikin tulisan ini, biar memacu semangat saya.. Kalau mulai malas bisa kembali lagi ke jalur yang benar :) Kemarin saya sedikit tertohok dengan Hadist ini:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Surga itu diliputi dengan hal2 yang tidak menyenangkan, dan neraka itu diliputi hal2 yang menyenangkan.”
(HR. Muslim IV/2174 no.2822, At-Tirmidzi IV/693 no.2559, dan Ahmad III/284 no.14062)
Maksud sabda Nabi (neraka itu diliputi oleh hal2 yg menyenangkan) ialah bahwa jalan menuju neraka itu dipenuhi dengan hal-hal yang disukai oleh jiwa manusia yaitu berupa dosa-dosa dan maksiat seperti zina, riba, korupsi, mengurangi takaran dan timbangan, menggunjing orang lain, meninggalkan sholat, puasa, zakat dan kewajiban2 lainnya. Semuanya itu sangat disukai jiwa manusia karena sesuai dengan nafsu syahwatnya. Oleh karenanya, ketika seorang hamba melakukan hal2 itu semua demi mengikuti hawa nafsu dan menyenangkan jiwanya, maka ia pun terancam utk masuk ke dalam api Neraka.

Sedangkan sabda Nabi (surga itu dikelilingi oleh hal2 yg tidak menyenangkan) maksudnya ialah bahwa jalan menuju surga itu dipenuhi dengan rintangan-rintangan dan amalan-amalan yang tidak disukai oleh jiwa manusia karena bertentangan dengan hawa nafsu. Seperti perintah mendirikan sholat 5 waktu, menunaikan zakat mal, puasa romadhon, berjihad di jalan Allah, kewajiban menuntut ilmu agama, menutup aurat, meninggalkan zina, judi, mabuk, korupsi, riba, dan dosa2 lainnya. Semuanya itu terasa sangat berat bagi jiwa manusia. Sehingga tatkala seorang hamba bersabar dan istiqomah dlm menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya yg mana terasa sangat berat bagi jiwanya dan bertentangan dengan keinginan hawa nafsunya, maka ia dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk masuk Surga yg penuh dengan kenikmatan yg kekal nan abadi.

Ya.. jalan menuju surga itu tidaklah mudah, tapi bukan tidak mungkin untuk kita bisa meraihnya. Semoga Allaah mudahkan, semoga Allaah istiqomahkan aamiin yaa robbal allaamiin…
Mulai saat ini saya azzamkan dalam diri bahwa saya akan menjadi penghafal Al Qur’an Bismillaah..

14 May 2015

Hiatus Facebook

0 comments
Sudah sejak lama saya hiatus dari menulis status di Facebook. Entahlah, saya merasa saya yang dulu-dulu ketika rajin menulis status itu lebay banget, gak penting juga orang lain tahu apa yang sedang kita atau keluarga kita lakukan. Hanya berharap diberi komentar atau sekedar LIKE? Ahh.. bukan saya banget rasanya, tapi anehnya pernah saya lakukan hihihi.. Beberapa minggu yang lalu saya menghapus hampir semua foto-foto yang pernah saya upload dari sejak bergabung dengan Facebook sekitar tahun 2008. Mungkin banyak yang menyayangkan sikap saya ini karena banyak komennya, banyak kenangannya.. Biarlah jadi kenangan saya bersama keluarga dan teman-teman saja, tak perlu orang lain yang tidak berkepentingan tahu. Bukan bermaksut menutup diri, sama sekali bukan, saya hanya ingin menjaga diri ini dari riya’  :) yang mungkin secara tidak sadar kita lakukan. Dan mungkin orang lain juga akan su’udzon dengan apa yang kita posting. Jadi untuk amannya saya memilih berhenti mengunggah hal-hal yang sifatnya pribadi seperti foto keluarga. Dan mulai saat ini Facebook saya gunakan hanya untuk mencari dan berbagi ilmu. Ya mulai sekarang saya hanya akan mengunggah hal-hal yang bisa diambil manfaatnya oleh teman-teman, bukan sekedar pamer foto pribadi :D